Tuesday, June 14, 2016

Hijabi Capsule Wardrobe : A Self Note


Hampir setiap minggu ada saja baju baru yang masuk ke lemari saya. Sebagian dibeli secara online, sebagian yang lain adalah hasil kalap mata saat jalan-jalan di mall. Baju-baju tersebut menumpuk dan memenuhi lemari saya.


Meskipun demikian, hampir setiap hari saya merasa tidak memiliki baju. Setiap akan berangkat kantor, saya selalu gamang memilih baju mana yang akan dipakai. Berkali-kali memilah isi lemari, lalu mematut diri di cermin, dan selalu saja tidak menemukan baju yang terlihat benar dan pas digunakan.


Ini adalah awal saya menyadari bahwa ada yang salah dengan pola belanja dan gaya berpakaian saya. Saya terlalu sering berbelanja tanpa rencana dan perhitungan yang matang. Uang, waktu, dan tenaga terbuang sia-sia karena termakan mode sesaat atau iming-iming diskon. Akibatnya, lemari saya hanya dipenuhi tumpukan ‘kain' saja, alih-alih kumpulan baju yang bermakna.


Secara kebetulan, saya menemukan Un-fancy dan konsep berpakaian minimalis: capsule wardrobe. Saya pikir konsep ini  mungkin akan menjadi terapi bagi pola belanja dan gaya berpakaian saya. Tidak ada jaminan untuk keberhasilannya, tapi setidaknya saya akan mencoba hal baru. Yeay!


Capsule wardrobe (sampai sekarang saya belum menemukan padanan kata dalam Bahasa) sebenarnya sudah diperkenalkan lama oleh Sussie Faux sejak tahun 70an. Istilah ini merujuk pada koleksi atau kumpulan pakaian yang tidak termakan mode, dan mudah dipadu-padankan.


Ada banyak referensi mengenai capsule wardrobe, di antaranya Un-fancy, Be More With Less, Into Mind, dan juga buku karangan Kon Marie. Masing-masing memiliki pendekatan yang berbeda-beda akan konsep capsule wardrobe, namun memiliki spirit yang sama. Kumpulan blog dan buku tersebut ini merupakan referensi yang patut dibaca jika ingin membentuk gaya berpakaian minimalis yang tidak termakan waktu (timeless) atau ingin memperbaiki pola belanja menjadi lebih bermakna.


Secara perlahan, saya mencoba mengadopsi konsep capsule wardrobe. Ada beberapa cara yang harus saya tambahkan dan kurangi dari konsep aslinya, menyesuaikan kondisi saya di sini. Salah satunya adalah karena saya menggunakan hijab dan karena saya tinggal di daerah tropis. Capsule wardrobe ini pun saya tiru dengan sebisa mungkin tidak mengurangi konsep modesty dalam berhijab.


Blog ini akan menjadi trackback dan catatan saya dalam mengadopsi konsep (hijabi) capsule wardrobe. Secara reguler, saya akan coba mendokumentasikan progress-nya. Semoga bisa menjadi terapi dan catatan yang rapi untuk perubahan yang lebih baik (Banzai!).

“... smaller closet, intentional purchases, less shopping, and more joy.” -- Caroline J. Rector

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.